Jumat, 06 Maret 2009

HABBATUSSAUDA TONGKAT ALI

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Pernahkah Anda mengidamkan suplemen yang bisa memenuhi semua kebutuhan jasmani Anda? Suplemen yang akan menciptakan tubuh yang bugar, stamina luar biasa, sekaligus meningkatkan kemampuan seksual Anda.
Tidak ada lagi yang dapat mewujudkannya selain TONGKAT ALI. Tingkatkan STAMINA dan KEMAMPUAN SEKSUAL Anda sekarang juga! TONGKAT ALI sangat aman dikonsumsi dan sudah didukung oleh berbagai penelitian ilmiah sehubungan dengan manfaatnya.

Apa Saja Khasiat Tongkat Ali?

Tongkat Ali telah dikenal di seluruh dunia sebagai peningkat testosteron yang efektif. Hormon testosteron dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi pria. Tingkat testosteron yang memadai membantu mempertahankan tingkat energi yang lebih tinggi, suasana hati yang gembira, peningkatan kesuburan dan gairah seksual.
Berikut beberapa alasan utama mengapa herba Tongkat Ali dapat menjadi pilihan terbaik untuk Anda:
  • Satu-satunya herbal khusus pria terlengkap
  • Membentuk dan memperindah otot
  • Meningkatkan energi fisik dan seksual
  • Membantu mengatasi disfungsi seksual pada pria
  • Meningkatkan gairah seksual
  • Meningkatkan produksi testosteron dalam tubuh
  • Menambah kepercayaan diri
  • Benar-benar aman dan tanpa resiko!
Sejak masa lalu Tongkat Ali telah digunakan sebagai herba peningkat gairah seksual dan untuk mengobati berbagai disfungsi seksual dalam pengobatan tradisional. Dan kini para ilmuwan juga mendapati keampuhannya dalam mengobati disfungsi seksual. Ada begitu banyak penelitian yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa Tongkat Ali paten dalam meningkatkan kemampuan seksual dan kejantanan
Tigapuluh pria sehat dengan kisaran umur 31-52 tahun diberi 2 kapsul Tongkat Ali setiap hari selama 3 minggu. Dilaporkan performa mereka di ranjang meningkat—ereksi lebih kuat dan dalam beberapa kasus bertahan lebih lebih lama. Secara keseluruhan, mereka merasa lebih jantan. — Dr. Ismail Tambi, The Singapore Straits Times, Feb 2003
Dalam penelitian awal di Pusat Riset Reproduksi di Kuala Lumpur, Malaysia, 30 pria yang sudah menikah berusia 31-52 tahun mengkonsumsi Tongkat Ali secara rutin selama 3 minggu berturut-turut. Wawancara menunjukkan bahwa 48 persen merasa bugar, aktif, dan bertenaga, dan 40 persen merasakan pertambahan gairah seksual. — Dr. Simon Chua, Departement of Pharmaceutical Sciences, Wayne State University
Diperkirakan Tongkat Ali bisa menghambat umpan balik negatif ke hipotalamus dan kelenjar pituitary sehingga tubuh terus memproduksi testosteron dalam jumlah yang lebih besar. — Dr. James Stoxen, University of Illinois, Chicago
Dari pengamatan yang dilakukan atas khasiat afrodisiaknya maka dapat diungkapkan bahwa Tongkat Ali adalah suplemen herbal terbaik dari semua herbal dengan fungsi sejenis dalam meningkatkan performa pria secara menyeluruh. Beberapa publikasi yang didasarkan pada penelitian ilmiah dan ulasan medis juga menyingkapkan bahwa Eurycoma Longifolia efektif dalam meningkatkan kekuatan dan ukuran otot.

Mengapa Tongkat Ali Lebih Baik?

Kebanyakan produk lain hanya berfokus pada suatu kelemahan spesifik, sedangkan Tongkat Ali merupakan satu-satunya herbal yang diketahui memiliki manfaat dalam berbagai area. Sebagai herbal, Tongkat Ali digunakan sebagai tanaman obat tunggal dan juga merupakan komponen utama dalam beragam obat-obatan herbal untuk mengobati berbagai penyakit seperti malaria, menyembuhkan kanker, meningkatkan fungsi seksual pada pria, membantu membesarkan otot dan dikenal di seluruh dunia sebagai afrodisiak yang ampuh.
Sebagai obat herbal, Tongkat Ali tidak memiliki efek samping yang didapati pada obat-obatan lain yang mengandung bahan kimia. Sejumlah penelitian yang dilakukan untuk menguji ketoksikan menunjukkan bahwa Tongkat Ali aman untuk dikonsumsi bahkan dalam dosis tinggi. Ini menjadikan Tongkat Ali obat herbal yang serba guna dan tak tertandingi.

Bagaimana Cara Kerja Tongkat Ali?

Herbal Tongkat Ali bekerja dengan meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh. Ini berbeda dengan testosteron buatan seperti steroid anabolik. Testosteron buatan menyebabkan reaksi negatif dari kelenjar pituitary dan hipotalamus. Dua kelenjar tersebut mengelurkan berbagai hormon yang mengirim sinyal ke sel-sel Leydig dan sel-sel lain yang melakukan sintesa testosteron untuk menghambat produksi testosteron. Ini akan menyebabkan penyusutan ukuran alat vital pria—terutama di bagian testis. Istilah medis resmi untuk kondisi ini adalah atropi testikular.
Cara kerja Tongkat Ali sama sekali bertolak belakang dengan testosteron buatan. Pada dasarnya, Tongkat Ali mempercepat produksi testosteron dengan menghambat umpan balik reaksi negatif testosteron. Tongkat Ali bekerja sedemikan rupa sehingga peningkatan tingkat testosteron dalam tubuh tak berpengaruh pada kelenjar hipotalamus dan kelenjar pituitary. Oleh karena itu, kedua kelenjar tersebut tidak mengirimkan sinyal apa pun untuk menghentikan sintesa testosteron.

Bagaimana Cara Kerja Tongkat Ali?

Herbal Tongkat Ali bekerja dengan meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh. Ini berbeda dengan testosteron buatan seperti steroid anabolik. Testosteron buatan menyebabkan reaksi negatif dari kelenjar pituitary dan hipotalamus. Dua kelenjar tersebut mengelurkan berbagai hormon yang mengirim sinyal ke sel-sel Leydig dan sel-sel lain yang melakukan sintesa testosteron untuk menghambat produksi testosteron. Ini akan menyebabkan penyusutan ukuran alat vital pria—terutama di bagian testis. Istilah medis resmi untuk kondisi ini adalah atropi testikular.
Cara kerja Tongkat Ali sama sekali bertolak belakang dengan testosteron buatan. Pada dasarnya, Tongkat Ali mempercepat produksi testosteron dengan menghambat umpan balik reaksi negatif testosteron. Tongkat Ali bekerja sedemikan rupa sehingga peningkatan tingkat testosteron dalam tubuh tak berpengaruh pada kelenjar hipotalamus dan kelenjar pituitary. Oleh karena itu, kedua kelenjar tersebut tidak mengirimkan sinyal apa pun untuk menghentikan sintesa testosteron.

Apa Itu Testosteron?

Testosteron berperan dalam memperkembangkan dan mempertahankan libido (hasrat seksual) dan perilaku pria. Testosteron merupakan salah satu hormon utama dari sejumlah hormon seks pria atau androgen yang dihasilkan oleh  kelenjar-kelenjar gonad. Produksi dari hormon ini memicu pembelahan sel dari saluran reproduksi pria semasih embrio, penurunan testes masuk ke dalam kantung skrotum dan perkembangan lanjutan pada saluran reproduksi dan penis selama masa pubertas dan pematangan sperma.
Testosteron juga memiliki peran non seksual lain dimana Ia memenuhi fungsi penting dalam biosintesa protein untuk mempercepat pembentukan otot, meningkatkan pembentukan sel darah merah. Mempercepat masa regenerasi dan pemulihan sehabis sakit atau setelah terluka. Testosterone juga memicu seluruh aktivitas metabolis khususnya pada jalur metabolisme dan pembakaran lemak.

Resiko Penurunan Testosteron

  • Osteoporosis and keretakan tulang pinggul
  • Penyakit  jantung dan serangan jantung
  • Stroke dan penyakit dan kelainan pembuluh darah jantung
  • Kanker prostat
  • Senile dementia (penurunan daya pikir karena penuaan)

Manfaat dari Testosteron

  • Memperbaiki kemampuan seksual pria
  • Tulang menjadi  lebih kuat
  • Meningkatkan kepadatan otot
  • Mengurangi lemak tubuh
  • Meningkatkan laju pembakaran energi dan fosforilasi oksidatif
  • Mengurangi stress
  • Meningkatkan fungsi otak termasuk daya ingat.
Penelitian membuktikan bahwa selama pubertas, kadar testosteron meningkat. Puncaknya adalah pada usia 25 tahun, dan mulai menurun secara bertahap seiring penambahan usia. Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa secara umum, produksi testosteron menurun sebanyak 2% per tahun terhitung sejak umur 30 tahun. Turunnya kadar testosteron seraya usia bertambah inilah yang membuat banyak laki-laki yang beranjak usia mengalami pengalaman seksual yang tidak memuaskan.
Telah didapati bahwa, bahkan pada pria sehat sekalipun, pada usia yang ke-55, jumlah testostron yang alirkan ke peredaran darah jauh sekali berkurang dibandingkan 10 tahun sebelumnya. Bahkan, pada usia 80 sebagian besar kadar hormon menurun hingga setara kadarnya sama sebelum usia pubertas. Penurunan yang lebih ekstrim terjadi pada perokok berat dan alkoholik.
Penelitian terbaru tentang penuaan menunjukkan hasil bahwa 51% dari pria normal yang sehat berusia 40-70 tahun  mengalami impotensi hingga tingkat tertentu, yaitu berupa  kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang cukup kaku untuk melakukan hubungan seks.

Tongkat Ali—Herbal yang Serba Guna

Tongkat Ali atau Eurycoma longifolia jack adalah pohon kecil yang tumbuh di hutan-hutan Malaysia dan Asia Tenggara. Di Malaysia dan Singapura dikenal dengan nama Tongkat Ali, di Thailand disebut Piak atau Tung Saw dan di Indonesia disebut Pasak Bumi. Penduduk di daerah-daerah tersebut telah menggunakan semua bagian tumbuhan ini untuk mengobati berbagai penyakit. Unsur-unsur aktif dalam Eurycoma longifolia mencakup quassin, neo-quassin, glaukarubin, sedrin, dan erycomanol. Secara umum, unsur-unsur tersebut adalah turunan senyawa dengan 20 atom karbon.
Tongkat Ali telah dikenal di seluruh dunia sebagai peningkat testosterone yang efektif. Hormon testosteron dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi pria. Tingkat testosteron yang memadai membantu mempertahankan tingkat energi yang lebih tinggi, suasana hati yang gembira, peningkatan kesuburan dan gairah seksual.
Di masa lalu, Tongkat Ali telah digunakan sebagai peningkat gairah seksual dan untuk mengobati berbagai disfungsi seksual dalam pengobatan tradisional. Kini para ilmuwan mendapati keampuhannya dalam mengobati disfungsi seksual. Ada begitu banyak penelitian yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa Tongkat Ali meningkatkan kemampuan seksual dan kejantanan pada mamalia.
Penduduk Asia Tenggara juga menggunakan herbal ini karena khasiatnya sebagai obat anti-malaria, anti-piretik, anti-tukak, dan afrodisiak. Ekstrak Tongkat Ali telah terbukti meningkatkan massa otot pada manusia. Oleh karena itu Tongkat Ali menjadi komponen penting dalam banyak suplemen pembesar otot. Kini banyak olahragawan dan binaragawan telah mulai menggunakan suplemen Tongkat Ali untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot mereka, serta untuk memperbaiki performa mereka dalam berbagai ajang olahraga.

Pria menjadi Lebih Bertenaga Setelah Mengkonsumsi Tongkat Ali

Pria punya peluang lebih besar untuk meningkatkan performa mereka di ranjang dengan bantuan Tongkat Ali. Pengujian awal oleh  Dr. Ismail Tambi menunjukkan bahwa Tongkat Ali, suatu afrodisiak herbal yang berasal dari akar tanaman Tongkat Ali dapat meningkatkan gairah dan kemampuan seksual pria.
Dikenal dengan nama Pasak Bumi di Indonesia, Tongkat Ali di Malaysia, dan juga Eurycoma Longifolia sebagai nama ilmiah dan Latinnya, tanaman ini tumbuh di seluruh Asia Tenggara.
Dr. Ismail Tambi, selaku kepala Pusat Spesialis Reproduksi Manusia di Dewan Nasional Populasi dan Pengembangan Keluarga di Malaysia mengatakan bahwa 30 pria sehat dengan kisaran umur 31-52 tahun diberi 2 kapsul Tongkat Ali setiap hari selama 3 minggu. Dilaporkan performa mereka di ranjang meningkat—ereksi lebih kuat dan dalam beberapa kasus bertahan lebih lebih lama. Secara keseluruhan, mereka merasa lebih jantan.
Kadar testosteron mereka, hormon pria yang memegang peran penting dalam memicu gairah dan performa berlipat ganda dalam waktu 3 minggu. Pada waktu yang sama, kadar hormon lain yang mencegah seks menurun.
Meski ada beberapa efek samping dengan menggunakan obat herbal seperti sakit kepala dan pucat pada wajah, efek tersebut akan berkurang setelah beberapa hari, kata Dr. Ismail.
Sumber: The Singapore Straits Times, Feb 2003.


Tongkat Ali Menunjang Seksualitas & Rangsangan yg Sehat Bagi Pria

Dr. Simon Chua, Departement of Pharmaceutical Sciences, Wayne State University.
Dalam penelitian awal di Pusat Riset Reproduksi di Kuala Lumpur, Malaysia, 30 pria yang sudah menikah berusia 31-52 tahun mengkonsumsi Tongkat Ali secara rutin selama 3 minggu berturut-turut. Wawancara menunjukkan bahwa 48 persen merasa bugar, aktif, dan bertenaga, dan 40 persen merasakan pertambahan gairah seksual.
Para subyek menunjukkan kenaikan indeks testosteron bebas. Peningkatan kadar testosteron membantu meningkatkan gairah seksual, energi, dan massa otot pada binaragawan. Tingkat DHEA mereka, hormon steroid penting lainnya, meningkat secara bertahap dari 26 persen setelah 1 minggu menjadi 47 persen setelah 3 minggu. Sebagian besar subyek menunjukkan peningkatan kepuasan dalam kesehatan dan performa seksual mereka.
Sebagai tambahan, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa Tongkat Ali bisa meningkatkan persediaan testosteron dan gairah seksual pada tikus.

Sumber: Artikel dari buku Molecular Biology of the Cell, Diterbitkan 1 September 2002.
 

Tongkat Ali Mengoptimalkan Keseimbangan Hormon Seksual pada Pria

Dr. James Stoxen, (artikel berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dokternya) Departement of Medicinal Chemistry and Pharmacognosy, University of Illinois, Chicago.
Produksi Testosteron (hormon utama pria) menurun secara progresif dari usia 40 tahun. Para ahli menyebutnya, "defisiensi androgen sebagian pada pria berumur." Androgen adalah hormon steroid dengan efek spesifik pada pertumbuhan jaringan (otot, lemak, kulit, rambut, dsb) dan fungsi otak. Hormon ini memainkan peran penting pada pria dan wanita, tapi diproduksi dalam jumlah yang lebih besar pada pria.
Setelah seorang pria mengalami pubertas, testis memproduksi sebagian besar androgen, terutama testosteron. Diperkirakan Tongkat Ali bisa menghambat umpan balik negatif ke hipotalamus dan kelenjar pituitary sehingga tubuh terus memproduksi testosteron dalam jumlah yang lebih besar.

Sumber: Bab 39 dari buku Eureka Bioscience Collection. Diterbitkan 3 Oktober 2003.
 

Evaluasi Aktifitas Khasiat Afrodisiak dari Eurycoma Longifolia

Ekstrak Butanol, metanol, air, dan chloroform dari akar Eurycoma Longifolia Jack diteliti dengan berbagai tes keampuhan pada tikus jantan. Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan signifikan dan berulang pada refleks penis sebagaimana dibuktikan pada peningkatan terjadinya ereksi pada tikus jantan yang diujikan dalam periode observasi selama 30 menit. Hasil-hasil ini menyediakan bukti lebih lanjut bahwa E. Longifolia meningkatkan aktifitas khasiat afrodisiak pada hewan yang diujikan.

Sumber: Journal index for medicine© 2001 John Wiley & Sons, Ltd, Published on: Dec 2005.


Tongkat Ali Sebagai Suplemen Pengembang Otot

Oleh Serge Kreutz & Dan White
Kini sudah resmi secara ilmiah: Ekstrak Tongkat Ali menyebabkan pertumbuhan otot yang signifikan pada kaum pria. The British Journal of Sports Medicine melaporkan bahwa dalam pengujian ilmiah terkendali menggunakan plasebo, penggunakan ekstrak Tongkat Ali menyebabkan kenaikan 5 persen pada masa otot kering dalam kelompok yang menerima ekstrak. Sementara tak ada perubahan yang signifikan ditemukan pada kelompok yang menerima plasebo. Kenaikan 5 persen dalam waktu 5 minggu adalah kenaikan besar. Itu akan terlihat jelas jika kenaikannya dihitung dalam jangka waktu 1 tahun (5 minggu naik 5 persen; 52 minggu naik 50 persen).
Fakta menarik lainnya yang terdapat dalam artikel tersebut:"Lingkar lengan kelompok yang menerima ekstrak meningkat pesat hingga 1,8 cm setelah menerima suplemen. Dari 30,87 menjadi 32,67, tapi tak terlihat kenaikan yang signifikan pada kelompok yang menerima plasebo."

Sumber: British Journal of Sports Medicine.


Efek Ergonenik dari Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia)

Oleh Prof. S. Hamzah & Dr. A. Yusof
Penelitian Awal ini dilakukan oleh Prof. S. Hamzah & Dr. A. Yusof bekerja sama dengan Departement of Exercise Physiology, Sports Centre, University of Malaya, 50603 Kuala Lumpur, Malaysia. Kesimpulan yang ditarik dari hasilnya membuktikan bahwa ekstrak akar Tongkat Ali adalah jenis suplemen terbaik di antara bahan-bahan herbal lainnya yang berguna untuk meningkatkan kadar testosteron pada pria.
Eurycoma longifolia yang mengandung quassinoid seperti eurycomalacton, eurycomanon, dan eurycomanol, telah dilaporkan memiliki khasiat afrodisiak dan mampu meningkatkan kadar testosteron pada pria. Penelitian sebelumnya mengukuhkan bahwa pemberian suplemen testosteron meningkatkan massa bebas lemak, kekuatan otot, dan massa otot, yang penting untuk fungsi tubuh dan performa dalam olahraga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek peningkatan kadar testosteron yang didapatkan karena pemberian Eurycoma Longifolia pada komposisi tubuh dan kekuatan otot serta ukuran pada pria. Empat belas pria sehat mengikuti progam pelatihan kekuatan yang intensif dengan beban awal 60 persen RM (2 set dengan 10 hitungan dengan istirahat 1 menit antara tiap set untuk 10 perangkat) dua hari sekali selama 5 minggu. Secara simultan, 7 pria dipilih secara acak untuk mengkonsumsi 100 mg/hari ekstrak Eurycoma Longifolia yang larut dalam air dan 7 pria sisanya menerima plasebo. Intensitas latihan ditingkatkan 10 persen RM/minggu.
Komposisi tubuh, lingkar lengan, 1 pengulangan maksimal (1 RM), dan kegiatan elektromiografi permukaan (sEMG) diukur dan dicatat satu hari sebelum dan sesudah 5 minggu pemberian suplementasi dan intervensi. Kelompok yang menerima ekstrak menunjukkan kenaikan signifikan pada massa otot kering dari 52,26 menjadi 54,39. Tapi tak didapati perubahan signifikan masa otot kering pada kelompok yang menerima plasebo. Persentase lemak tubuh menurun tajam pada kelompok yang menerima ekstrak dan plasebo, masing-masing dari 31,30 persen(5,48) menjadi 28,44 persen(6,43) dan dari 22,83 persen (2,43) menjadi 21,33 persen (2,35). Tes 1 RM menunjukkan peningkatan signifikan dari 73,71 (16,63) menjadi 78,71 (17,0) kg pada kelompok yang menerima ekstrak dan dari 77,29 (8,9) menjadi 79,43 (8,8) kg pada kelompok yang menerima placebo.
Peningkatan kekuatan pada kelompok yang menerima ekstrak lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo (6,78 persen dan 2,77 persen). Frekuensi rata-rata dari sEMG pada bisep di kelompok yang menerima ekstrak dan placebo menurun dari 121,77 (40,0) menjadi 90,47 (64,4) µV dan dari 127,95 (30,9) menjadi 98,8 (50,1). Pemberian ekstrak menghasilkan penurunan 2,92 persen lebih besar pada aktifitas listrik pada otot yang diukur di akhir eksperimen dibandingkan dengan plasebo. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak larut air Eurycoma Longifolia Jack meningkatkan massa otot kering, mengurangi kadar lemak tubuh, dan meningkatkan kekuatan dan ukuran otot. Oleh karena itu memiliki efek ergogenik.

Sumber: Departement of Exercise Physiology, Sports Centre, University of Malaya.



   
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar